PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM PEMBELAJARAN IPA TENTANG WUJUD BENDA DAN PERUBAHANNYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA (Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas IV 0810222

PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM PEMBELAJARAN IPATENTANG WUJUD BENDA DAN PERUBAHANNYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA (PenelitianTindakan Kelas Pada Siswa Kelas IV 0810222
Metode atau cara pengajaran guru yangcenderung konvensional  dan tradisional, sehingga membuat rata-rata hasil belajar siswa  rendah menjadikan salah satu dasar dalam melakukan penelitian ini. Sehingga diperoleh peluang untuk melakukan penelitiantentang efektivita penggunaan  pendekatan Contextual Teaching-Learning(CTL) dalam proses pembelajaran IPA tentang Wujud Benda dan Perubahannya. Salahsatu upaya guru untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami setiap matapelajaran , khususnya mata pelajaran IPA yang membahas masalah Wujud Benda danPerubahannya bagi siswa kelas IV SDPN Setiabudi kota Bandung adalah denganmenggunakan metode penelitian yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dalam PTKini dicoba diterapkan pendekatan CTL yang merupakan pendekatan pembelajaransecara aplikatif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang Wujud Benda danperubahannya, sehingga mereka mampu meningkatkan nilai dan prestasi belajarnya.Hal ini terbukti dengan adanya grafik hasil penilaian tes (pre-tes dan pos-tes)yang cenderung meningkat secara signifikan. Dalam PTK ini digunakan (tiga )siklus penelitian sebagaimana diuraikan oleh Kemmis dan Taggart tentangpenelitian tindakan yang memiliki 4 (empat) tahap penting di dalamnya,yaitu:tahap perencanaan (planning), tahap pelaksanaan (acting), tahap pengamatan(observing), dan tahap refleksi (reflecting). Pada tahap perencanaan, guruberupaya untuk merencanakan sebuah pembelajaran yang dapat merangsang siswalebih pro-aktif sebagai subyek pembelajaran bukan sebagai objek pembelajaran denganberbagai indikator keberhasilan yang sesuai Standar Kompetensi dan KompetensiDasar mata pelajaran dimaksud. Sementara pada tahap pelaksanaan , guru mencobamenerapkan segala apa yang tertuang dalam RPP sebagai bagian  dari tahapperencanaan sebelumnya. Sedangkan pada tahap pengamatan, guru mencoba untukmenganalisa sampai sejauh mana proses pembelajaran itu sesuai dengan SK, KD,dan tujuan pembelajaran sampai ditemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalamtahap berikutnya. Dan pada tahap akhir atau refleksi, guru dimotivasi untukmelakukan perbaikan atas segala kesalahan dan kelemahan yang terjadi selamaproses pembelajaran sebelumnya. DOWNLOADFILE LENGKAPNYA

MENINGKATKAN KECERDASAN NATURALIS ANAK TAMAN KANAK-KANAK MELALUI METODE KARYAWISATA (Penelitian Tindakan Kelas pada Kelas B di TK 0603856

MENINGKATKAN KECERDASAN NATURALIS ANAK TAMAN KANAK-KANAKMELALUI METODE KARYAWISATA (Penelitian Tindakan Kelas pada Kelas B di TK  0603856

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecerdasannaturalis anak Taman Kanak-kanak di Taman Kanak-kanak Manbaul Huda danrendahnya kemampuan guru TK dalam menggunakan metode pembelajaran yang variatifdi TK tersebut. Permasalahan yang terjadi di Taman Kanak-kanak Manbaul Hudamenunjukan bahwa metode yang diterapkan di TK tesebut, pada umumnya guru masihmenggunakan metode ekspositori (ceramah). Hal tersebut menjadi alasan yang mendasarirumusan masalah, yaitu (1) Bagimana kondisi objektif kecerdasan naturalis anakTaman Kanak-kanak Manbaul Huda sebelum diterapkan metode karyawisata, (2)Bagaimana penerapan kegiatan metode karyawisata untuk meningkatkan kecerdasannaturalis anak Taman Kanak-kanak Manbaul Huda, (3) Bagaimana kecerdasannaturalis anak sesudah diterapkan metode karyawisata di Taman Kanak-kanakManbaul Huda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitiantindakan kelas (PTK). Dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini terdiridari tiga siklus. Deskripsi hasil penelitian sebelum diberikan penerapan metodekaryawisata terhadap anak, hasil persentase di kategorikan baik (B) sebanyak31,4%, kategori cukup (C) sebanyak 29,8%, dan kategori kurang (K) sebanyak 38,8%.Hasil akhir kecerdasan naturalis anak dari 12 anak setelah diterapkannya metodekaryawisata mengalami peningkatan, secara persentase katagori baik (B) sebanyak41,1%, kategori cukup (C) sebanyak 39,5%, dan kategori kurang (K) sebanyak19,4%. Dari hasil persentase persiklus bahwa kecerdasan naturalis anak TamanKanak-kanak Manbaul Huda menunjukan peningkatan serta didukung oleh saranaprasarana yang terdapat di Taman Kanak-kanak Manbaul Huda. Data hasilpersentase yang didapat dari tiap siklus menunjukan adanya peningkatan. Dengandemikian penelitian yang dilakukan pada Anak Taman Kanak-kanak Manbaul Hudadinyatakan bahwa metode karyawisata lebih efektif dalam meningkatkan kecerdasannaturalis anak. Adapun saran bagi guru TK adalah guru hendaknya menerapkan ataumengunakan metode pembelajaran yang lebih bervariatif dan menstimulasikecerdasan naturalis anak melalui metode karyawisata. Diharapkan bagi penelitiselanjutnya dapat meningkatkan kembali permasalah yang ada tetapi denganmetode, teknik, strategi, dan media yang lain serta tindakan yang berbeda agardapat memberi masukan atau temuan baru yang khususnya dalam meningkatkankecerdasan naturalis anak sehingga dapat mengembangkan potensi anak secaraoptimal.      DOWNLOADFILE LENGKAPNYA

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DINI ANAK TAMAN KANAK-KANAK MELALUI DUKUNGAN PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR 0802278

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DINI ANAK TAMAN KANAK-KANAKMELALUI DUKUNGAN PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR0802278
Penelitian ini dilatarbelakangi olehadanya permasalahan yang ditemukan di TKA Al-Hidayah kecamatan Baleendahkabupaten Bandung, yaitu kemampuan membaca dini anak yang masih rendah sepertitidak dapat menyebutkan simbol-simbol huruf yang dikenal, tidak dapatmenyebutkan kelompok gambar yang memiliki bunyi/huruf awal yang sama, tidakdapat membaca nama sendiri, tidak dapat menuliskan nama sendiri. Fokuspenelitian adalah (1) Bagaimana kondisi objektif kemampuan membaca dini anakTaman Kanak-kanak Al-Qur’an Al-Hidayah kelompok B sebelum menggunakan mediagambar? (2) Bagaimana langkah-langkah penggunaan media gambar dalammeningkatkan kemampuan membaca dini anak Taman Kanak-kanak Al-Qur’an Al-Hidayahkelompok B? (3) Bagaimana peningkatan kemampuan membaca dini anak TamanKanak-kanak Al-Qur’an Al-Hidayah kelompok B setelah menggunakan media gambar?Tujuan  dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil danmemperbaiki proses dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan membaca dinianak. Penelitian tindakan kelas adalah metode yang digunakan dalam penelitianini, dilakukan secara kolaborasi bersama pihak-pihak sekolah yang terkait.Subjek penelitian adalah 14 orang anak kelompok B yang terdiri dari tiga oranganak laki-laki dan sebelas orang anak perempuan. Analisis data diperolehmelalui hasil observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa melalui penggunaan media gambar, kemampuan membaca dini anakdalam menyebutkan simbol-simbol huruf yang dikenal, menyebutkan kelompok gambaryang memiliki bunyi/huruf awal yang sama, membaca nama sendiri, menuliskan namasendiri menjadi lebih baik dari pada sebelum dilakukan tindakan. Hasil nilaianak pada siklus I yang mendapat nilai baik 56 %, nilai cukup 28,1 % dan nilaikurang 15,9 %, hasil nilai pada siklus II yang mendapat nilai baik 79,5 %,nilai cukup 20,3 % dan nilai kurang 0,2 %, hasil pada siklus IIImenunjukkan  adanya peningkatan yang cukup tinggi, yang mendapat nilaibaik 85,7 % dan  nilai cukup 14,3 %. Rekomendasi bagi guru yaitu dapatmenggunakan berbagai metode dan media yang bervariasi dalam mengajar sehinggatidak terjadi kejenuhan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. DOWNLOADFILE LENGKAPNYA

PENINGKATAN KEMAMAPUAN GERAK DASAR MANIPULATIF PADA ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL BOY-BOYAN (Penelitian Tindakan Kelas pada RA AL-MU’MIN Patrol) 0603930

PENINGKATAN KEMAMAPUAN GERAK DASAR MANIPULATIF PADA ANAKUSIA DINI MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL BOY-BOYAN (Penelitian Tindakan Kelaspada RA AL-MU’MIN Patrol) 0603930
Latar belakang dalam penelitian iniadalah adanya permasalahan yang ditemukan di RA Al-Mu’min yaitu kemampuan gerakdasar manipulatif anak masih rendah. Hal ini karena pembelajaran motorik kasarhanya dilakukan melalui senam fantasi dan jalan santai saja. Dikatakan masihrendah karena banyaknya anak yang kurang terampil dalam melakukan gerakmenangkap bola, melempar bola, dan menggelinding bola. Masih rendahnyakemampuan gerak dasar manipulatif anak di RA Al-Mu’min tersebut karena gerakanyang ada dalam senam fantasi dan jalan santai tidak dapat mengakomodasi perkembangangerak dasar manipulatif, di sebabkan tidak ada objek atau benda yang dapatdimanipulasi oleh anak sambil bergerak. Fokus penelitiannya adalah: 1).Bagaimana gambaran umum kemampuan gerak dasar manipulatif anak RA Al-Mu’minserta kondisi objektif pembelajaran dalam peningkatan kemampuan gerak dasarmanipulatif anak sebelum dilakukan permainan boy-boyan di RA Al-Mu’min. 2).Bagaimana langkah-langkah permainan boy-boyan dalam peningkatan gerak dasarmanipulatif anak di RA Al-Mu’min. 3). Bagaimana kemampuan gerak dasarmanipulatif anak setelah dilakukan permainan boy-boyan di RA Al-Mu’min. 4).Adakah faktor peningkatan gerak dasar manipulatif dalam permainan boy-boyan diRA Al-Mu’min. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperbaiki prosespembelajaran di RA Al-Mu’min dalam peningkatan kemampuan gerak dasarmanipulatif anak. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metodePenelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan secara kolaborasi antarapeneliti dengan guru kelas. Subjek penelitiannya adalah anak kelompok Bsebanyak 10 anak yang berusia 5-6 tahun. Data yang di dapat merupakan data darihasil wawancara, observasi (catatan lapangan), dan dokumentasi. Setelahmelakukan tiga kali (siklus) kegiatan dengan penyempurnaan pada setiap putaran,hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan dilaksanakannya kegiatan keterampilandasar permainan boy-boyan, kemampuan gerak dasar manipulatif anak di RAAl-Mu’min mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari terampilnya anakdalam menangkap bola, melempar bola, menggelinding bola, serta lebih terampillagi anak dalam melakukan lari dan melempar bola. Dari berbagai macam cara,disarankan agar guru dapat menggunakan permainan boy-boyan dalam upaya untukpeningkatan kemampuan gerak dasar manipulatif anak yang merupakan aspekperkembangan motorik yang penting untuk perkembangan motorik selanjutnya. DOWNLOADFILE LENGKAPNYA

MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK TAMAN KANAK-KANAK (Penelitian Quasi-Eksperimen di TK 0801944

MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK TAMAN KANAK-KANAK (PenelitianQuasi-Eksperimen di TK 0801944
Penelitian  ini dilator belakangioleh kurangnya perkembangan keterampilan sosial anak di TK PGRI Margataruna.Hal ini ditunjukan dengan kurang optimalnya penggunaan metode yang digunakanoleh guru dalam meningkatkan perkembangan keterampilan sosial anak, guru hanyamenerapkan teguran, pemberian hukuman dan pembiasaan saja. Sehingga diperlukanupaya atau interfensi yang baru untuk mengembangkan keterampilan sosial anakagar lebih optimal yaitu dengan menggunakan permainan tradisional. Penelitianini bertujuan untuk menguji efektivitas permainan tradisional dalam meningkatkanketerampilan sosial anak TK PGRI Margataruna tahun ajaran 2010/201. Metodepenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen,desain penelitian yang digunakan non equivalent experiment control grouppretest posttest design. Subjek penelitiannya adalah anak TK PGRI Margatarunakelompok B1 sebanyak 12 sebagai kelompok eksperimen dan B2 sebanyak 12 anaksebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkatketerampilan sosial anak menggunakan instrumen PKBS (Preschool and KindergartenBehavior Scale) yang dikembangkan oleh Merrel (1994) yang sebelumnya telahdialihbahasakan oleh Sukma (2009). Hasil peneltian menunjukan bahwa permainantradisional efektiv meningkatkan keterampilan sosial anak. Hal ini dibuktikandengan skor keterampilan sosial anak kelompok ekperimen peningkatannya lebihtinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Simpulannya adalah bahwa permainantradisional efektiv untuk meningkatkan keterampilan sosial anak. Saran yangpeneliti ajukan adalah penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengangkatkembali permasalahan tentang keteranpilan sosial tetapi dengan metode, strategidan pendekatan yang berbeda, sehingga dapat memberi temuan baru khususnya dalammeningkatkan keterampilan sosial anak yang lebih optimal. DOWNLOADFILE LENGKAPNYA

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK TK MELALUI PEMBELAJARAN SAINS BERBASIS PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKITAR (Studi Kasus di TK 0702474

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK TK MELALUI PEMBELAJARANSAINS BERBASIS PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKITAR (Studi Kasus di TK 0702474
Penelitian ini dilatarbelakangi olehkurang beragamnya pembelajaran yang dilaksanakn sehari-hari atau monoton untukmengembangkan kemampuan kognitif anak usia TK. pembelajaran selalu beradadidalam ruangan sehingga anak terlihat jenuh dengan  keadaan seperti ini,.Pengembangan kemampuan kognitif anak usia TK,  melalui pembelajaran sainsberbasis lingkungan sekitar lebih menekankan bahwa pembelajaran yangdilaksanakan diluar ruanagan dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang adadi alam akan lebih bermakna bagi anak. Pengetahuan yang telah ada dibenak anakakan terulang kembali ingatanya ketika anak mempelajari pengetahuannyaitu.  Dalam hal ini bagaimana cara guru melaksanakan pembelajaran sertamengevaluasi sebuah pembelajaran sangat menentukan dengan perkembangan anaktersebut. Dengan menanamkan pembelajaran sains berbasis lingkungansekitar  kita selaku guru akan bisa melihat bagaimana perkembangankemampuan kognitif anak TK. Metode yang dipilih adalah survey yaitu melihat bagaimanakondisi perkembnagan kemampuan kognitif anak TK pada saat ini. Penelitindilakukan dengan menggunakan angket obsevasi yang ditunjukkan pada anak danguru selaku pengajar. Dengan melaksanakan pembelajaran sains dan memanfaatkansarana yang ada diluar ruangan anak dalam belajar terlihat sangat antusiasdengan beberapa pertanyaan. Oleh karena itu diharapkan penelitian selanjutnyadapat menggunakan lingkungan sekitar sebagai saraa yang mudah dan murah bagilingkungan pendidikan tetapi memiliki makna yang luar biasa. DOWNLOADFILE LENGKAPNYA

EFEKTIFITAS KONSELING BERMAIN DALAM MENINGKATKAN KONSEP DIRI SISWA 0802169

EFEKTIFITAS KONSELING BERMAIN DALAM MENINGKATKAN KONSEP DIRISISWA 0802169

Penelitian ini beranjak dari temuan di lapangan berupakecenderungan  konsep diri yang negatif pada para siswa kelas XI di SMAN 1Ciamis, di antaranya siswa secara fisik merasa tidak percaya diri denganpenampilan diri mereka, secara psikis sebagian merasa tidak  mampumenguasai pelajaran eksakta tertentu, dan secara sosial ada yang merasa tidakmampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.  Mengingat pentingnyakonsep diri  dalam rangka pencapaian prestasi belajar siswa yang optimaldi sekolah di satu sisi dan banyaknya siswa yang menunjukkan gejala konsep diriyang negatif di sisi lain, maka diperlukan serangkaian upaya terprogram disekolah untuk mengembangkan konsep diri bagi para siswanya. Atas dasarpemikiran tersebut maka penelitian ini  bertujuan   mengujiefektivitas konseling bermain  untuk meningkatkan Konsep Diri Siswa.Penelitian ini menggunakan metode eskperimen kuasi dengan menggunakanpendekatan kuantitatif yang  digunakan untuk menguji keampuhan dari produkyang dihasilkan dengan cara membandingkan antara kelompok eksperimen dengankelompok pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki konsep diri negatif dan sisanya memiliki konsep diri positif.Ditinjau dari aspek fisik, aspek psikis dan aspek sosial sebagian besar siswamemiliki konsep diri negatif dan sisanya memiliki konsep diri positif. Hasil keefektivanprogram menunjukkan bahwa konseling bermain  yang diberikan konselorsecara intensif  dengan  didukung oleh staf  sekolah ternyataterbukti efektif  untuk membantu siswa meningkatkan  konsep dirinya.Adapun rekomendasi dalam penelitian ini ditujukan untuk gurupembimbing/konselor sekolah  dan peneliti berikutnya. DOWNLOADFILE LENGKAPNYA