Arsip Kategori: Uncategorized

PENGARUH MEDIA PLAYDOUGH TERHADAP KREATIVITAS ANAK USIA TAMAN KANAK-KANAK : Studi Pre Eksperimen terhadap Anak kelompok A TK 0603871

PENGARUHMEDIA PLAYDOUGH TERHADAP KREATIVITAS ANAK USIA TAMAN KANAK-KANAK : Studi Pre Eksperimen terhadapAnak kelompok A TK 0603871
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kreativitas anakKelompok A di TK Angkasa 1 belum berkembang dengan baik, misalnya anak belumlancar dalam mengungkapkan ide atau pendapatnya, anak tidak bisa mengembangkansuatu gagasan. Kreativitas memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupananak. Melalui kreativitas, anak dapat berkreasi sesuai dengan bakat ataupunkemampuan, anak dapat memecahkan suatu masalah dan dapat meningkatkan kualitashidupnya di masa yang akan datang. Oleh karena itu, diperlukan stimulasi yangdapat mengembangkan kreativitas anak, salah satunya melalui penggunaan mediaplaydough.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) tingkatkreativitas anak di kelas A TK Angkasa 1 sebelum menggunakan media playdough,(2) tingkat kreativitas anak di kelas A TK Angkasa 1 setelah menggunakan mediaplaydough, (3) perbedaan tingkat kreativitas anak sebelum dan sesudahmenggunakan media playdough di kelas A TK Angkasa I.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode pre eksperimen one group pre-test post-test design dimana subjekpenelitiannya adalah anak kelompok A TK Angkasa 1 Tahun Ajaran 2010-2011 denganjumlah 10 anak.
Deskripsi hasil penelitian sebelum menggunakan mediaplaydough, tingkat kreativitas anak belum berkembang dengan baik sebagian besarberada pada kategori rendah. Sedangkan setelah menggunakan media playdough,tingkat kreativitas anak mengalami peningkatan yang cukup baik. Kesimpulannyaadalah media playdough memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkankreativitas anak TK. Adapun rekomendasi bagi para guru penggunaan mediaplaydough ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk mengembangkankreativitas pada anak secara efektif. Bagi sekolah agar dapat memfasilitasidengan menyediakan media-media pembelajaran yang dapat meningkatkan kreativitasanak. Bagi peneliti selanjutnya agar dapat mengangkat kembali permasalahanmengenai kreativitas tetapi dengan metode dan media yang berbeda agar memberimasukan atau temuan-temuan baru khususnya dalam meningkatkan kreativitas anak. DOWNLOADFILE LENGKAPNYA

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA MANIPULATIF TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN PADA ANAK USIA DINI 06064610

PENGARUHPENGGUNAAN MEDIA MANIPULATIF TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN PADAANAK USIA DINI 06064610
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang maksimalnyatingkat kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak di TK Pelita Leles-Garut.Hal ini ditujukan dengan kurangnya kemampuan anak dalam mengenal konsepbilangan 1-20 dan berhitung serta timbunya rasa jenuh dan bosan ketika kegiatanbelajar mengajar berlangsung.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimanakemampuan awal mengenal konsep bilangan pada anak usia dini di kelompok kontroldan kelompok eksperimen, (2) bagaimana kemampuan akhir mengenal konsep bilanganpada anak usia dini di kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, (3) apakahterdapat pengaruh yang signifikan dalam penggunaan media manipulatif terhadapkemampuan mengenal konsep bilangan pada anak.
Tujuan penelitian ini adaalah untuk mengetahui (1) kondisiawal kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak di kelompok kontrol dankelompok eksperimen, (2) kondisi akhir kemampuan mengenal konsep bilangan padaanak di kelompok control dan eksperimen, (3) apakah terdapat pengaruh yangsignifikan dalam penggunaan media manipulatif terhadap kemampuan mengenalkonsep bilangan
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode kuasi eksperimen. Subyek penelitiannya yaitu anak kelompok B1sebanyak 11 anak dan anak kelompok B2 sebanyak 10 anak di TK PelitaLeles-Garut. Adapun hasil yang diperoleh dari hasil observasi dan tes yangdilakukan kepada semua subyek yang diberikan pada saat pre-test dan post-testpada saat penelitian. Kemudian diuji dengan menggunakan Uji-T dengan bantuanSPSS Versi 17.0.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahwapenggunaan media manipulatif dalam pembelajaran matematika anak usia dini dapatmeningkatkan kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan. Hal ini dapatdilihat dari kemampuan mengenal konsep bilangan anak pada kelompok eksperimen yangmenggunakan media manipulatif dan kelompok kontrol yang tidak menggunakan mediamanipulatif. Simpulannya adalah media manipulatif sangat efektif dalammeningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak. Saran yang penelitiajukan,  hendaknya penelitian berikutnya dapat mengangkat kembalipermasalahan yang ada, dengan metode, teknik dan media yang berbeda.DOWNLOADFILE LENGKAPNYA

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI TERHADAP PENINGKATAN KOSAKATA DASAR ANAK USIA 4-5 TAHUN ( Studi Pra Eksperimen pada kosakata anak usia 4-5 tahun di PAUD CERDAS) 0603795

PENGARUHPENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI TERHADAP  PENINGKATAN KOSAKATA DASAR ANAK USIA 4-5 TAHUN  ( Studi Pra Eksperimen pada kosakata anak usia 4-5 tahun diPAUD CERDAS) 0603795
Usia 4-5 tahun,merupakan saat berkembang pesatnya penguasaan tugas pokok dalam berbicara,yaitu menambah kosakata, menguasai pengucapan kata dan menggabungkan katamenjadi kalimat.Berdasarkan hasil observasi lapangan mengenai penguasaankosakata terhadap 42 anak usia TK di PAUD CERDAS , diperoleh informasi bahwasekitar  12 anak belum dapat membedakan penggunaan kata sesuai denganmakna kata tersebut (contoh: menyebutkan kata bilangan lima untuk bilangantiga, belum dapat menyebutkan kata benda-benda tertentu misalnya menyebutkannama binatang beruang untuk binatang panda, menyebutkan kata menggambar untukmewarnai dan lain sebagainya. Kondisi ini, dapat berdampak pada terhambatnyakemampuan berkomunikasi khususnya dalam perkembangan berbicara pada anak. Penelitian ini membahas tentang pengaruh media film animasi terhadappeningkatan kosakata dasar anak usia 4-5 tahun.
       Tujuan dari penelitianini ialah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media film animasi terhadappeningkatan perbendaharaan kata yang dimiliki anak usia 4-5 tahun. Rancangandalam penelitian ini ialah penelitian eksperimen dengan model praeksperimen  one group pre test-post test.Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sample,sehingga diambil satu kelas sebagai sampel. yaitu kelompok anak usia 4-5 tahundi Lembaga PAUD CERDAS sebagai kelas eksperimen.
   Berdasarkan hasil pengolahan data dengan bantuan program SPSS for Windows, hasil ujiWilcoxon diketahui  nilai Z hitung = 3,417 sedangkan untuk tingkatkepercayaan 95 % dan uji dua sisi, diperoleh nilai Z tabel= 1,96 sehingga dapatdisimpulkan bahwa nilai Z hitung > Z tabel dan nilai probabilitas (asymp.Sig) yang diperoleh adalah0.001 < 0.05. Dengan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa HO ditolak danH1 diterima yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan padapeningkatan kosakata dasar anak usia 4-5 tahun sebelum dan sesudah penggunaanmedia film animasi.Dengan kata lain,penggunaan media film animasi dalam pembelajaran kosakata dasar, memilikipengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan kosakata dasar anak usia4 – 5 tahun DOWNLOADFILE LENGKAPNYA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DI KELAS IV SDN 0810210

PENERAPANMODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADAPEMBELAJARAN IPA DI KELAS IV SDN 0810210

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN VISUAL-SPASIAL MELALUI KEGIATAN MEMBENTUK DENGAN TEKNIK KOLASE (Penelitian Tindakan Kelas di Taman Kanak-Kanak 0803550

UPAYAPENINGKATAN KEMAMPUAN VISUAL-SPASIAL MELALUI KEGIATAN MEMBENTUK DENGAN TEKNIKKOLASE  (Penelitian Tindakan Kelas diTaman Kanak-Kanak  0803550
Penelitianini dilatarbelakangi adanya permasalahan yang ditemukan di TK Melati, yaitukemampuan visual-spasial anak yang kurang optimal. Hal tersebut menjadi alasanyang mendasari rumusan masalah, yaitu (1) bagaimana  gambaran kemampuan visual-spasial anak TK MelatiBojongkulon Cirebon sebelum dilakukan pembelajaran melalui kegiatanmembentuk  dengan teknik kolase?, (2) bagaimana penerapan pembelajaranmelalui kegiatan membentuk dengan teknik kolase dalam meningkatkan kemampuanvisual-spasial anak di TK Melati Bojongkulon Cirebon?, (3) bagaimana kemampuanvisual-spasial anak  TK Melati Bojongkulon Cirebon sesudah dilakukanpembelajaran melalui kegiatan membentuk dengan teknik kolase?. Tujuanpenelitian adalah untuk memperoleh gambaran tentang penerapan kegiatanmembentuk dengan teknik kolase di TK Melati dalam upaya meningkatkan kemampuanvisual-spasial anak. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas.Subjek penelitian adalah anak kelompok A TK Melati yang berjumlah 23 oranganak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studidokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasilpenelitian menunjukan bahwa melalui kegiatan membentuk dengan teknik kolase,kemapuan visual-spasial anak mengalami peningkatan dalam hal menyusun puzzelsederhana, menyusun pola berdasarkan warna (merah, kuning, dan biru), menemukanbiji kacang hijau dari kumpulan biji kedelai, anak mampu memasangkan gambaryang sama, anak mampu memasangkan bentuk yang sama, memilih objek berdasarkanbentuknya (segi tiga, segi empat, dan persegi), memilih objek berdasarkanukuran (besar dan kecil), menyalin desain geometris yang sederhana, membuatkontruksi dari balok, kardus, dan bekas bungkus rokok, menyalin pola-pola yangsederhana, melipat kertas menurut pola, menggunting menuruti pola. Hal ini jugadidukung oleh persentase peningkatan jumlah anak yang dikategorikan baik (sudahbenar atau sesuai indikator dalam melakukan kegiatan), dan waktu rata-ratatotal yang diperlukan untuk mengerjakan Block Design.  Padasiklus I kegiatan 1 jumlah anak yang dalam kategori baik jumlahnya hanyasekitar 9,72% dan pada kegiatan 2 sebesar 8%. Pada siklus II kegiatan 1 jumlahanak dalam kategori baik meningkat pesat menjadi sebesar 60%, dan pada kegiatan2 sebesar 62,35%, dan pada siklus III pada kegiatan 1 jumlah anak dalamkategori baik meningkat lagi menjadi 65,1%, dan pada kegiatan 2 menjadi 66%.waktu rata-rata total yang diperlukan untuk menyelesaikan Block Designdari 23 anak yaitu pada pre –test sebesar 46 detik dan pada post-test sebesar33 detik. Dimana berdasarkan pengkategorisasian yang perhitungannya menggunakanpersentil, waktu rata-rata pada pre-test masuk pada kategori sedang (B) danwaktu rata-rata pada post-test masuk pada kategori cepat (A). Rekomendasi bagiguru yaitu dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran khususnya dalampengembangan kemampuan visual-spasial anak hendaknya guru lebih kreatif danmenggunakan teknik yang lebih bervariatif, sedangkan bagi peneliti selanjutnyadiharapkan bisa menggunakan teknik-teknik pembelajaran yang lebih baik, sertamencoba menerapkan teknik kolase pada aspek perkembangan lainnya. DOWNLOADFILE LENGKAPNYA

GAMBARAN KECEMASAN ANAK TERHADAP MINAT BELAJAR DI TAMAN KANAK-KANAK (Studi Kasus di TK 047159

GAMBARANKECEMASAN ANAK TERHADAP MINAT BELAJAR DI TAMAN KANAK-KANAK (Studi Kasus di TK 047159
Penelitian ini mengamati tentangGAMBARAN KECEMASAN TERHADAP MINAT BELAJAR PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK, yangdikaji dari perilaku kecemasan anak terhadap minat belajar dan beberapakesulitan yang dialami guru dalam menghadapi kecemasan anak terhadap minatbelajar.
Metode yang dipilih adalah studi kasusyang membahas dan menafsirkan data yang diperoleh dari hasil observasi,wawancara, dan studi dokumentasi dengan memperhatikan proses triangulasi, yaitumelihat konsistensi dan keutuhan data yang diperoleh. Langkah-langkahmenganalisis data, yaitu dengan reduksi data, display data, verifikasi, danpengambilan kesimpulan.
Hasil observasi, wawancara, dan studidokumentasi mengungkapkan perilaku kecemasan yang ditampilkan anak terhadapminat belajar adalah anak tidak menyelesaikan pekerjaan, anak tidak menyukaipekerjaan, anak tidak bersemangat melakukan pekerjaan, dan anak tidak mengikutipembelajaran di sekolah sampai selesai. Adapun kesulitan guru dalam menghadapikecemasan anak terhadap minat belajar terungkap kurang adanya kerja sama gurudengan orangtua, karena orangtua yang terlalu sibuk. Juga kesulitan terjadiketika anak terus menerus mengalami kecemasan, seperti menangis, tidak mau masuk kelas dan tidak mau melakukankegiatan bersama teman.
Hal-hal yang direkomendasikan untuk guru adalah perlu adakomunikasi lebih intensif dengan orangtua berkaitan dengan perilaku anak danmemberikan pemahaman tentang kemampuan anak kepada orangtua agar orangtua tidakterlalu mengintervensi anak untuk mengikuti sesuai harapan orangtua. Bagiorangtua, tidak terlalu banyak melarang anak untuk melakukan kegiatan sehinggaanak tidak merasa dibatasi aktivitasnya dan tidak terlalu menuntut anak untukmelakukan aktifitas di luar kemampuan DOWNLOADFILE LENGKAPNYA

UPAYA GURU MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DINI MELALUI PERMAINAN KARTU KATA (Penelitian Tindakan Kelas Terhadap Anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-Kanak 053238

UPAYAGURU MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DINI MELALUI PERMAINAN KARTU KATA (PenelitianTindakan Kelas Terhadap Anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-Kanak 053238
Penelitian ini berdasarkan latar belakang  olehpermasalahan yang ada di lapangan tentang rendahnya kemampuan membaca dini padaanak di TK Prof. Dr. Moestopo yang ditunjukkan dengan terbatasnya kemampuananak dalam mengenal huruf. Sementara itu di TK tersebut belum dilakukankegiatan permainan kata dalam kegiatan membaca dini, hal ini disebabkanpemahaman guru tentang membaca dini  masih kurang. Permasalahan yangdiangkat dalam penelitian ini adalah: Bagaimana upaya guru meningkatkankemampuan membaca dini melalui kegiatan bermain.

Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas,dengan subjek penelitian adalah guru dan anak TK. Prof. Dr. Moestopo tahunajaran 2008-2009. Penelitian ini dilaksanakan melalui tiga siklus. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui kondisi objektif membaca dini di TK,langkah-langkah pelaksanaan permainan kartu kata untuk meningkatkan kemampuanmembaca dini pada  anak dan bagaimana perubahan yang terjadi setelah anakmelaksanakan kegiatan membaca dini melalui media kartu.

Hasil penelitian mengenai kemampuan membaca dini menunjukanadanya peningkatan dan perubahan terhadap  kemampuan membaca anak yangsebelumnya baru mengenal beberapa  huruf menjadi bisa mengenal dan membacakata sederhana, dapat merangkai kata dan membaca kalimat sederhana, strategiyang digunakan guru menjadi lebih beragam dan lebih kreatif dalam menciptakanbeberapa permainan yang menyenangkan agar kegiatan anak tidak terlepas daridunia bermain.

Rekomendasi penelitian ditujukan pada (1) guru TK agar lebih memahami dan menambahpengetahuan terutama dalam menciptakan kegiatan bermain yang menyenangkan untukmeningkatkan kemampuan membaca dini. (2) Kepala Sekolah hendaknya selalumendukung guru dan bekerja sama dalam memberikan keleluasaan dan motivasi untuklebih berkembang. (3) Bagi peneliti selanjutnya agar dapat melakukan ujiefektifitas, dapat mengembangkan metode lain untuk meningkatkan kemampuanmembaca dini. DOWNLOADFILE LENGKAPNYA

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL WARNA MELALUI PENGGUNAAN METODE DISCOVERY PADA ANAK TK (Penelitian Tindakan Kelas di TK Kelompok B 0611299

PENINGKATANKEMAMPUAN MENGENAL WARNA MELALUI PENGGUNAAN METODE DISCOVERY PADA ANAK TK  (Penelitian Tindakan Kelas diTK Kelompok B 0611299
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya pemahamananak dalam mengenal warna dan lemahnya kreatifitas guru menggunakan metodepembelajaran yang efektif dalam mengenalkan warna sehingga anak sulit untukmemahami konsep warna dengan baik. Rumusan masalah dalam penelitian ini  adalah: (1) Bagaimana kondisi objektif proses pembelajaraan mengenal warna?,(2) Bagaimana kondisi objektif kemampuan anak mengenal warna?, (3) Bagaimanapelaksanaan pembelajaraan dengan metode discovery untuk meningkatkan kemampuananak dalam mengenal warna?, (4) Bagaimana kemampuan anak mengenal warna setelahpelaksanaan pembelajaran dengan metode discovery?, (5) Faktor-faktor yangmenghambat implementasi metode pembelajaraan discovery untuk meningkatkankemampuan anak dalam mengenal warna?, (6) Faktor-faktor yang mendukungimplementasi metode pembelajaraan discovery untuk meningkatkan kemampuan anakdalam mengenal warna?. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambarankondisi objektif pembelajaran mengenal warna, kondisi kemampuan anak dalammengenal warna, gambaran pelaksanaan pembelajaraan metode discovery, gambaranpeningkatkan kemampuan anak dalam mengenal warna dan faktor penghambat sertapendukung implementasi metode discovery dalam pembelajaran mengenal warna.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode PenelitianTindakan Kelas (PTK), yaitu suatu penelitian yang melibatkan peneliti secaralangsung kepada subjek penelitian untuk mengamati perkembangan kemampuananak.  Penelitian terhadap anak kelompok B TK YKS Islam Citambal KabupatenTasikmalaya yang berjumlah tujuh belas orang diperoleh hasi penelitian bahwakondisi objektif pembelajaran mengenal warna menggunakan model pembelajaranberpusat pada guru (teacher centered) dengan media yang seadanya sehinggakemampuan anak mengenal warna rendah. Implementasi metode discovery dalampembelajaran mengenalkan warna dengan berbagai permainan dan percobaanmenjadikan anak dapat belajar aktif dan dapat meningkatkan kemampuan anak dalammengenal warna. Dalam proses pembelajaran mengalami hambatan karena guru kurangmenguasai metode pembelajaran discovery dan kesulitan mendapatkan mediapembelajaran tetapi beberapa faktor pendukung dapat memperlancar pembelajaranadalah dukungan kepala sekolah dan guru, guru kreatif dalam membuat mediapembelajaran, sikap guru yang terbuka, guru mempunyai semangat yang tinggiuntuk mempelajari hal baru dan anak sangat antusias dalam melaksanakan kegiatanpembelajaran. Penulis merumuskan rekomendasi untuk peningkatan hasil belajaranak adalah guru hendaknya mengembangkan kemampuannya dalam penguasaan berbagaimetode pembelajaran dan mengembangkan kreativitasnya dalam membuat mediapembelajaran karena penguasaan guru terhadap metode mengajar dan pemilihanmedia pembelajaran yang tepat sangat berbanding lurus dengan hasil belajaranak. DOWNLOADFILE LENGKAPNYA

PENINGKATAN KREATIVITAS MUSIKAL ANAK DALAM KEGIATAN BERMAIN ALAT MUSIK PERKUSI DI TAMAN KANAK-KANAK 0603923

PENINGKATANKREATIVITAS MUSIKAL ANAK DALAM KEGIATAN BERMAIN ALAT MUSIK PERKUSI DI TAMANKANAK-KANAK 0603923
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatankreativitas musikal pada anak TK. Peningkatan kreativitas musikal sekarang inisemakin berkurang dan kurang diperhatikan. Hal tersebut disebabkan terbatasnyakesempatan anak dalam mempelajari musik, anak kurang diberi kebebasan untukmengeksplorasi dan mencoba hal-hal yang baru dari musik. Secara umum kegiatanmusikal di TK Rian Kumarajaya masih kurang variatif, anak-anak hanya melakukankegiatan mendengarkan musik dan bernyanyi saja tanpa ada indikator-indikatoryang dapat mengembangkan kreativitas anak. Media dan alat musik yang digunakanjuga masih sangat minim. Oleh karena itu, diperlukan bentuk kegiatan yang dapatmeningkatkan kreativitas musikal anak, salah satunya melalui kegiatan bermainalat musik perkusi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif denganmetode yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian tindakan kelas(PTK). PTK dipandang sebagai suatu siklus spiral yang terdiri atas komponenperencanaan, pelaksanaan tindakan, dan observasi, dan refleksi yang selanjutnyaakan diikuti dengan siklus spiral berikutnya. PTK ini bertujuan untukmemperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran yang sudah dilaksanakan olehguru serta membantu meningkatkan kreativitas musikal pada anak TK yang terjadidilapangan.
Deskripsi hasil penelitian setelah kegiatan bermain alatmusik perkusi dilaksanakan di TK Rian Kumarajaya, kreativitas musikal anakmenjadi meningkat. hal ini dibuktikan dengan munculnya ciri kreativitas padaanak yaitu kelancaran (fluency) yaitu kemmapuan untuk menghasilkan banyakgagasan, keluwesan (flexibilitas) yaitu kemampuan untuk mengembangkan berbagaimacam alternatif pemecahan masalah, keterperincian (elaborasi) yaitu kemampuandalam mengembangkan dan menambahkan atau memperinci detail-detail dari suatuobjek, gagasan atau situasi sehingga menjadi lebih menarik, keaslian(originalitas) yaitu kemampuan untuk memutuskan gagasan dengan cara-cara asli.Lain halnya pada saat awal sebelum diterapkan alat musik perkusi ini.

Adapun saran bagi guru TK adalah hendaknya seorang guru memilih media danbentuk kegiatan yang menarik agar dapat meningkatkan kreativitas musikal. Bagipenelitian selanjutnya diharapkan dapat mengangkat kembali permasalahan yangada tetapi dengan metode, teknik, strategi, dan media yang lain serta tindakanyang berbeda agar dapat memberi masukan atau temuan-temuan baru khususnya dalammeningkatkan kreativitas musikal anak sehingga dapat meningkatkan potensi anaksecara optimal.  DOWNLOADFILE LENGKAPNYA

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA DINI ANAK USIA TAMAN KANAK-KANAK MELALUI METODE BERNYANYI HURUF DAN KATA ( Penelitian Pre eksperimen di TK Aisyiyah 2 Cimahi Kelompok A ) 0802767

PENINGKATANKEMAMPUAN MEMBACA DINI ANAK USIA TAMAN KANAK-KANAK
MELALUI METODE BERNYANYI HURUF DAN KATA ( Penelitian Pre eksperimen di TKAisyiyah 2 Cimahi Kelompok A )
0802767
Penelitian ini dilatarbelakangi permasalahan yang ditemukandi TK Aisyiyah 2 Cimahi pada Kelompok A yaitu kemampuan membaca anak yangsebagian besar berada dalam kategori sedang. Fokus penelitiannya adalah :bagaimana tingkat kemampuan membaca anak sebelum menggunakan metode bernyanyihuruf dan kata, bagaimana tingkat kemampuan membaca anak sesudah menggunakanmetode bernyanyi huruf dan kata, dan sejauh mana peningkatan kemampuan membacaanak melalui metode bernyanyi huruf dan kata. Tujuan penelitian adalah untukmeningkatkan hasil dan memperbaiki proses kemampuan membaca dini anak usia TamanKanak-kanak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pre eksperimen. Subyek dalampenelitian ini adalah murid TK Aisyiyah 2 Cimahi kelompok A yang berjumlah 12orang. Data yang terkumpul merupakan hasil observasi dengan menggunakan perhitunganstatistik secara sistematis. Adapun jenis data dalam penelitian ini adalah dataordinal dengan menggunakan statistik non parametrik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metodebernyanyi huruf dan kata dalam kegiatan pembelajaran kemampuan membaca dinianak menjadi lebih baik. Hal ini ditunjukkan dengan kemampuan anak dalammengenal dan menyebutkan huruf serta menyusun kata dan membaca kalimatsederhana menjadi lebih baik. DOWNLOADFILE LENGKAPNYA