Category Archives: Uncategorized

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA PADA ANAK USIA TAMAN KANAK-KANAK MELALUI METODE BERCAKAP-CAKAP (Penelitian Tindakan Kelas TK 0702459

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA PADA ANAK USIA TAMANKANAK-KANAK MELALUI METODE BERCAKAP-CAKAP (Penelitian Tindakan Kelas TK 0702459
Penelitian dilatarbelakangi adanyapermasalahan di Taman Kanak-Kanak terkait keterampilan berbicara anak masihrendah seperti ketidakmampuan anak dalam menceritakan pengalaman sendiri, sertaanak sulit mengungkapakan gagasan ketika guru mengajukan beberapa pertanyaanpada saat pembelajaran berlangsung. Fokus penelitian: 1) bagaimana kondisiobjektif pengembangan bahasa, khususnya dalam keterampilan berbicara anak di TKKemala Bhayangkari 37, 2) bagaimana pelaksanaan metode bercakap-cakap dalammeningkatkan keterampilan berbicara anak di TK Kemala Bhayangkari 37, dan 3)bagaimana keterampilan berbicara anak di TK Kemala Bhyangakri 37 setelahditerapkannya metode bercakap-cakap. Tujuan  penelitian adalah untukmeningkatkan hasil dan memperbaiki proses dalam pembelajaran keterampilanberbicara. Metode  penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelasyang dilakukan secara kolaborasi antara peneliti dengan guru kelas. Subjekpenelitian adalah anak TK Kemala Bhayangkari 37 kelompok B yang berjumlah 13anak. Hasil penelitian yaitu melalui metode bercakap-cakap, keterampilanberbicara anak mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan dengan kemampuan anakdalam menyebutkan setiap nama benda yang dilihatnya, kemampuan untukmenceritakan pengalaman sendiri secara sederhana, mampu memberikan keteranganatau informasi tentang sesuatu hal, mampu menjawab pertanyaan apa, berapa,dimana, mengapa dan bagaimana secara sederhana, dan mampu menceritakan isigambar atau benda yang dilihatnya secara sederhana dengan urut. DOWNLOADFILE LENGKAPNYA

PENGARUH PEMBERIAN STIMULASI METODE BERCAKAP-CAKAP TERHADAP KREATIVITAS MENGGAMBAR ANAK TAMAN KANAK KANAK ( Penelitian Kuasi Eksperimen di Kelompok 0604277

PENGARUH PEMBERIAN STIMULASI METODE BERCAKAP-CAKAP TERHADAP KREATIVITAS MENGGAMBAR ANAK TAMAN KANAK KANAK ( Penelitian KuasiEksperimen di Kelompok 0604277
Penelitian ini dilatarbelakangi olehpermasalahan yang ditemukan di Taman Kanak – Kanak Pembina Sadang SerangBandung yaitu kreativitas menggambar anak yang masih rendah. Ditunjukkan denganhasil gambar anak – anak TK tersebut minim variasi bentuk,  pemilihanwarna yang kurang, penarikan goresan yang ragu – ragu, serta komposisi gambaryang belum selaras. Stimulasi dalam kegiatan menggambar sangat pentingdiberikan gunanya untuk menggugah dan membangunkan kreativitas. Caranya dapatmelalui pembicaraan informal mengunakan alat bantu visual. Berdasarkan haltersebut penulis melakukan penelitian untuk melihat pengaruh pemberianstimulasi metode bercakap – cakap terhadap kreativitas menggambar anak TK.Metode penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen, dengan menggunakan duakelompok TKB yang ada. Sebagai kelompok eksperimen kelas B2 dengan memberikanperlakuan berupa pemberian stimulasi metode bercakap – cakap. Sebagaipembanding menggunakan kelas B1 sebagai kelompok kontrol yang tidak diberiperlakuan. Instrumen penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara, studiliteratur dan dokumentasi. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan,Kreativitas menggambar anak kelompok eksperimen yang diberi stimulasi metodebercakap-cakap meningkat sebesar 18,8 point. Sedangkan rata-rata kreativitasmenggambar anak kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan hanya naik sebesar1,2 point.  Dari terjadinya perbedaan kenaikan tersebut dapat membuktikan,bahwa pemberian stimulasi metode bercakap-cakap berpengaruh dalam meningkatkankreativitas menggambar anak Taman Kanak-Kanak. Berdasarkan simpulan tersebut,penulis memberikan rekomendasi bagi guru Taman Kanak – Kanak. Dalam kegiatanpembelajaran, hendaknya guru lebih memperhatikan kegiatan menggambar. Baik darisegi intensitas pemberiannya dengan lebih sering memberikan kegiatan ini,maupun dari segi kualitas pemberiannya yaitu dengan memahami makna darikegiatan menggambar  yang dapat meningkatkan kreativitas anak. Guru perlumelakukan stimulasi terlebih dahulu sebagai penggugah kreativitas, salahsatunya dengan memberikan metode bercakap – cakap yang dapat memperkaya ideanak. Kemudian memberikan kesempatan pada anak untuk bebas mengekspresikannyadalam bentuk gambar, maka hal ini akan dapat meningkatkan kreativitas mereka. DOWNLOADFILE LENGKAPNYA

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA FOTO TERHADAP TINGKAT PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS ANAK TK(Penelitian Quasi Eksperimen pada Kelompok B TK 0604504

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA FOTO TERHADAP TINGKAT PENGUASAANKOSAKATA BAHASA INGGRIS ANAK TK(Penelitian Quasi Eksperimen pada Kelompok B TK  0604504
Pembelajaran bahasa Inggris khususnyapenguasan kosakata penting diperkenalkan kepada anak, karena merupakan fondasiawal untuk belajar bahasa Inggris. Pembelajaran kosakata bahasa Inggris perlumenggunakan strategi  dan media yang menarik dalam kegiatan belajar. Namun pada kenyataan pada pembelajaran bahasa Inggris anak TK Kuncup Harapanbelum menggunakan media yang menarik bagi anak.
Metode yang digunakan dalam penelitianini adalah jenis penelitian quasi eksperimen. Adapun yang menjadi populasi dansampel adalah anak TK Kuncup Harapan (kelompok B) sebanyak 20 anak dimana 10anak sebagai kelompok kontrol dan 10 anak sebagai kelompok eksperimen.
Penelitian ini bertujuan mengetahuiapakah terdapat perbedaan yang signifikan  antara  tingkatpenguasaan  kosakata bahasa Inggris anak TK Kuncup Harapan kelompokkontrol dan eksperimen sesudah perlakuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwaterdapat peningkatan yang signifikan pada penguasaan kosakata bahasa Inggrisanak TK kelompok eksperimen, sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapatpeningkatan yang signifikan. Hal tersebut dapat menjadi bukti bahwa media fotoefektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris anak TK.
Dengan demikian diharapkan pada guruhendaknya dapat menggunakan strategi dan  media yang tepat dan menarikdalam  meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris anak TK, sertasesuai dengan kebutuhan dan karakteristik anak TK, salah satunya adalah denganmemanfaatkan media foto. Bagi penelitian selanjutnya dapat mengangkat kembalipermasalahan yang ada tetapi dengan metode, teknik, strategi, dan media yanglain agar dapat memberi masukan atau temuan-temuan baru khususnya dalammeningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris  anak TK.

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG ANAK TAMAN KANAK-KANAK MELALUI PEMANFAATAN MEDIA BALOK CUISENAIRE ( Penelitian Tindakan Kelas pada Kelompok B TK 0603952

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG ANAK TAMANKANAK-KANAK MELALUI PEMANFAATAN MEDIA BALOK CUISENAIRE ( Penelitian TindakanKelas pada Kelompok B TK 0603952
Penelitian ini dilatarbelakangi olehpentingnya kemampuan berhitung yang yang sangat diperlukan dalam kehidupansehari-hari, terutama konsep bilangan yang merupakan juga dasar bagipengembangan kemampuan matematika. Permasalahan yang terjadi di TK Gelatik menunjukkanbahwa metode pengembangan kemampuan berhitung masih menggunakan metode drill,praktek paper-pencil test, masih menekankan pengajaran yang berpusat pada guru,serta kurangnya media yang digunakan oleh guru untuk menunjang pembelajaranberhitung. Hal tersebut menjadi alasan yang mendasari rumusan masalah, yaitu(1) bagaimana kondisi objektif kemampuan berhitung anak sebelum digunakannyamedia balok Cuisenaire di TK Gelatik Kecamatan Bandung Wetan, (2) bagaimanaprosedur penggunaan media balok Cuisenaire dalam meningkatkan kemampuanberhitung anak di TK Gelatik Kecamatan Bandung Wetan, (3) bagaimana kemampuanberhitung anak TK Gelatik Kecamatan Bandung Wetan setelah digunakannya mediabalok Cuisenaire, dengan tujuan untuk memperoleh gambaran tentang penggunaanmedia balok Cuisenaire di TK Gelatik dalam meningkatkan kemampuan berhitunganak. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Dalampelaksanaan penelitian tindakan kelas ini terdiri dari tiga siklus. Setiapsiklus terdiri dari indikator yang berbeda dan diberikan tiga kali tindakan.Setiap tindakan pada penelitian ini diharapkan dapat menunjukkan hasilpeningkatan kemampuan berhitung anak. Deskripsi hasil penelitian sebelumdiberikan media balok Cuisenaire tingkat kemampuan berhitung anak dari seluruhjumlah anak yaitu 15 anak, secara presentase kategori B sebanyak 75%, Csebanyak 21,4% dan K sebanyak 3,6%. Hasil akhir kemampuan berhitung anak dari15 anak setelah pemberian media balok Cuisenaire mengalami peningkatan, secarapresentase kategori B sebanyak 94,6%, C sebanyak 5,4% dan C sebanyak 0%. Adapun saran bagi guru TK adalah guru hendaknya menggunakan media yang lebihbervariatif dan menstimulasi tahapan perkembangan kognitif anak khusunyaberhitung, seperti media balok Cuisenaire. Balok Cuisenaire ini merupakan mediayang dapat membantu anak dalam mencapai tahapan penguasaan berhitung, yaitutahapan transisi dan tahapan mengenal lambang. Bagi peneliti selanjutnyadiharapkan dapat mengangkat kembali permasalahan yang ada tetapi dengan metode,teknik, strategi, dan media yang lain serta tindakan yang berbeda agar dapatmemberi masukan atau temuan baru khususnya dalam meningkatkan kemampuanberhitung anak sehingga dapat mengembangkan potensi anak secara optimal. DOWNLOADFILE LENGKAPNYA

IMPLEMENTASI METODE BIL HIKMAH DALAM MENGENALKAN MEMBACA AL-QURAN PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK DI RA AL-WASHLIYAH 0604385

IMPLEMENTASI METODE BIL HIKMAH DALAM MENGENALKAN MEMBACAAL-QURAN PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK DI RA AL-WASHLIYAH0604385
Penilitian ini dilatarbelakangi olehpermasalahan yang yang ada yaitu masih banyaknya  masyarakat yang belummampu membaca Al-Quran. Hal lain yang menjadi permasalahan adalah adanyaintruksi Menteri Agama RI tahun 1990 mengenai pelaksanaan  upayapeningkatan kemampuan baca tulis Al-Quran. Berdsarkan permasalahan tersebut,maka pentingnya pengenalan menmbaca Al-Quran diberikan pada anak sedinimungkin. RA Al-Washliyah merupakan salah satu TK mengenalkan membaca Al-Quranpada anak didiknya. Kegiatan pengenalan membaca Al-quran tersebut dilaksanakandengan menggunakan metode Bil Hikmah. Metode Bil Hikmah merupakan salah satumetode yang dapat digunakan dalam mengenalkan membaca Al-Quran pada anak.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi objektifpembelajaran membaca Al-Quran anak, mengetahui penerapan metode Bil hikmahdalam pembelajaran membaca Al-Quran, dan mengetahui kendala-kendala yangdihadapi guru  dalam menerapkan metode Bil Hikmah. Metode penelitian yangdigunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data yang terkumpul merupakan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakandi  RA Al-Washliyah di Kelurahan Perbutulan Kecamatan Sumber KabupatenCirebon.

Berdasarkan hasil penelitian yangdilaksanakan di RA Al-Washliyah menunjukkan bahwa pembelajaran membaca Al-Quran yang ada dilaksanakan dengan menggunakan metode Bil Hikmah. Penerapan metodeBil Hikmah dalam pengenalan membaca Al-Quran anak dilaksanakan secaraindividual dan klasikal. Peran guru dalam pengenalan membaca Al-Quran pada anakadalah sebagai fasilitator. Dalam mengenalkan membaca Al-Quran, guru menggunkanberbagai media dan sumber belajara yang mendukung pembelajaran dan sesuaidengan perkembangan anak.
Rekomendasi penelitian ini ditunjukkankepada guru RA diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan mengenaimetode alternatif dalam pengenalan membaca Al-Quran pada anak. Bagi yayasansebaiknya selalu mendukung dan memberikan keleluasaan kepada guru dalammengembangkan ide dan gagasan dalam pembelajaran membaca Al-Quran. Bagi orangtua, sebaiknya dapat bekerjasama dengan guru dalam menerapkan pengenalanmembaca Al-Quran pada anak. Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukanpenelitian lebih mendalam lagi mengenai pembelajaran membaca Al-Quran pada anakusia dini dan dengan fokus penelitian yang berbeda.

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK (Penelitian Pre Eksperimen di TK Trisula Perwari Kota Bandung) 0701015

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMSACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINSPADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK (Penelitian Pre Eksperimen di TK Trisula PerwariKota Bandung) 0701015
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuanketerampilan  proses sains anak di TKTrisula Perwari kota Bandung.  Hal initerlihat dari sedikitnya anak-anak yang mampu dalam mengobservasi,mengklasifikasi, memprediksi dan mengkomunikasikan. Selain itu metodepembelajaran yang digunakan kurang bervariasi dan media yang kurang memadai.Hal ini ditunjukkan dalam pelaksanaan pembelajaran sains, guru jarang melakukanpercobaan sains sederhana dan lebih banyak menggunakan metode bercakap-cakap,dan cenderung didominasi oleh guru.  Sehinggadalam pelaksanaannya, anak kurang antusias dan semangat dalam mengikutipembelajaran sains tersebut.
Bedasarkan permasalahan di atas, tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui (1) kemampuan awal tingkatketerampilan proses anak di TK Trisula Perwari sebelum menggunakan metode pembelajarankooperatif tipe STAD, (2) kemampuan akhir tingkat keterampilan proses anak diTK Trisula Perwari setelah menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipeSTAD, (3) pengaruh penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadappeningkatan keterampilan proses sains anak di TK Trisula Perwari.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodepre- eksperimen. Subjek penelitiannya, anak TK Perwari kelas B1 sebanyak 14anak. Adapun data yang diperoleh merupakan hasil observasi tersruktur dandokumentasi serta penilaian pada saat diberikan pre-testdan post-test yang diuji dengan uji paired sample t test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-testsebesar 45,57 berada pada ketegori sedang. Setelah diberikan treatment, yaitu penerapanmetode pembelajaran kooperatif tipe STAD mengalami peningkatan yang signifikan,diperoleh rata-rata keterampilan proses sains sebesar 73,0. Dengan demikianmetode pembelajaran kooperatif tipe STAD berpengaruh secara signifikan terhadapketerampilan proses sains anak. Hal tersebut terlihat dari perbedaan secarasignifikan terhadap keterampilan proses sains anak sebelum dan sesudahdiberikan perlakuan (metode pembelajaran kooperatif tipe STAD).

Simpulannya adalah penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe STADdapat meningkatkan keterampilan proses sains anak. Rekomendasi yang penelitiajukan adalah penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengangkat kembalipermasalahan yang ada tetapi dengan metode yang berbeda agar dapat memberitemuan baru khususnya dalam meningkatkan keterampilan proses sains anak yanglebih optimal. DOWNLOADFILE LENGKAPNYA

PENGARUH PERMAINAN TRADISIONAL ANJANG-ANJANGAN TERHADAP KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK USIA DINI (Studi Quasi Eksperimen terhadap Anak kelompok B TK 0604534

PENGARUH PERMAINAN TRADISIONAL ANJANG-ANJANGAN TERHADAP KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK USIA DINI (Studi Quasi Eksperimenterhadap Anak kelompok B TK   0604534
Penelitian ini dilatarbelakangi olehpentingnya mengembangkan kecerdasan interpersonal anak sejak usia dini.Kecerdasan interpersonal merupakan salah satu kecerdasan yang harus dimilikioleh anak. Sering kali kecerdasan interpersonal dianggap hal yang biasa olehorang tua. Pengembangan kecerdasan interpersonal sekarang ini semakinberkurang. Hal ini disebabkan karena banyak fakta-fakta di lapangan yangmemunculkan berbagai macam bentuk mainan(toys) dan permainan (game) yangberasal dari luar negeri yang dapat dikategorikan sebagai jenis permainanmodern. Jenis permainan ini serba elektronik dan telah memberikan tawaranbermain yang lebih canggih kepada anak-anak yang semakin menjauhkan anak-anakpada hubungan perkawanan sehingga pengembangan kecerdasan interpersonal anakterabaikan dan kurang diperhatikan. Padahal kecerdasan interpersonal sangatpenting dan dapat mempengaruhi aspek lainnya seperti aspek perkembangan bahasaanak, perkembangan motorik anak, dan perkembangan sosial anak. Prosespengembangan kecerdasan interpersonal anak tidak terlepas darikomponen-komponen pembelajaran yang mendukung dalam mewujudkan suasanapembelajaran diantaranya: guru, media pembelajaran, metode pembelajaran, sumberbelajar, fasilitas pembelajaran, dan lain sebagainya.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode yang digunakandalam penelitian ini ialah metode pre-eksperimen. Penelitian pre-eksperimen initerdiri pre test dan post test yang dimaksudkan untuk membandingkan tingkatkecerdasan interpersonal anak antara sebelum dan sesudah diberikan stimulasipermainan tradisional anjang-anjangan.

Deskripsi hasil penelitian sebelum diberikan stimulasi permainan tradisionalanjang-anjangan tingkat kecerdasan interpersonal anak beradaa pada kategorisedang. Hasil akhir kecerdasan interpersonal anak setelah pemberian permainantradisional anjang-anjangan pada kelompok eksperimen mengalami peningkatan yangsignifikan, Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah anak-anak dikelompok B TK Al-Irsyad satya Islamic School yang berjumlah 13 orang anak.

Adapun saran bagi guru TK adalah hendaknya seorang guru memilih mediapembelajaran yang dapat mengembangkan kecerdasan interpersonal anak dalamproses  belajar mengajar, salah satunya bermain anjang-anjangan. Bagipenelitian selanjutnya diharapkan dapat mengangkat kembali permasalahan yangada tetapi dengan metode, teknik, strategi, dan media yang lain serta tindakanyang berbeda agar dapat memberi masukan atau temuan-temuan baru khususnya dalammeningkatkan kecerdasan intertpersonal anak sehingga dapat mengembangkanpotensi anak secara optimal. DOWNLOADFILE LENGKAPNYA